Week 8: Sorry
Minggu ini masih menceritakan usaha Meiko di lingkungan keluarga Nishikado. Kali ini ide usil Kazue datang ketika melihat Meiko yang begitu akrab dengan Genta. Kazue yang tidak mengetahui hubungan pertemanan mereka sejak kecil menganggap Meiko telah melakukan perbuatan yang tidak seharusnya bagi seorang pengantin.
Kazue kemudian memberitahukan hal ini kepada Yuutaro. Yuutaro yang sempat berpikir bahwa hal ini tidak mungkin dilakukan oleh Meiko malah menjadi cemburu. Yuutaro kemudian pergi sendiri untuk mengecek apakah hal itu memang benar adanya.
Yuutaro yang tidak mengetahui hubungan pertemanan Meiko-Genta menjadi kaget ketika melihat Meiko begitu akrab dengan Genta. Kemudian celah ini dimanfaatkan oleh Kazue untuk merenggangkan hubungan Meiko dan Yuutaro dengan memberikan surat palsu kepada Genta dengan nama Meiko.
Kemudian terjadilah sedikit perdebatan antara Genta dan Yuutaro. Yuutaro mengatakan kepada Genta agar menjauh dari Meiko. Genta yang selama ini terus membantu Meiko sedikit membuka mata Yuutaro dengan mengatakan bahwa Yuutaro lah yang membuat Meiko kesulitan. Genta mengtakan Meiko selalu memikirkan Yuutaro dari pagi hingga malam. Meiko juga yang harus bekerja di pasar untuk mengatasi budget terbatas untuk memasak yang diberikan oleh Kazue sebelumnya dan hal-hal lainnya.
Perdebatan inilah yang akhirnya melekatkan hubungan Meiko-Yuutaro kembali. Pot Nukazuke yang selama ini diberikan ke Genta untuk ditangani kini diambil kembali oleh Yuutaro untuk ia kerjakan di sela-sela pekerjaan kantor. Kazue pun harus tersenyum asam ketika rencananya malah berbalik arah.
Karakter Kazue sebetulnya tidak terlalu jahat, hanya saja beberapa masalah keluarga membuatnya sedikit lebih hati-hati dalam bertindak. Belum lagi ia adalah anak tertua yang mempunyai tanggung jawab menjaga tradisi keluarga dan terungkap bahwa ia telah bercerai dan diusir keluar dari rumah keluarga suamin serta anaknya yang telah meninggal.
Kemudian Noriko mendapatkan Omiai dari sebuah keluarga pengusaha kertas yang makmur. Hal ini dilakukan oleh Kazue yang menganggap bahwa ini adalah kesempatan yang bagus untuk Noriko. Hal ini jelas sangat mendadak bagi Noriko yang pemalu dan bahkan belum masuk usia ideal untuk hal-hal seperti pernikahan.
Meiko yang paling dekat dengan Noriko bisa memahami ketidakyakinan Noriko dalam menghidupi situasi ini. Meiko dan Noriko kemudian berbicara mengenai hal ini melalui surat dan mampu mengutarakan pendapat masing-masing. Meiko menolakomiai ini dan memberikan sebuah pandangan bahwa Noriko masih perlu beberapa waktu untuk dapat merasakan perasaan sebuah rumah yang sesungguhnya.
Omiai tetap terjadi karena ini adalah rencana Kazue yang sulit untuk ditolak. Namun terjadi sebuah kejutan, ayah Yuutaro yang ia bilang telah meninggal malah muncul tiba-tiba dan mengacaukan omiai. Ternyata pria tersebut adalah pria yang sama yang mengajarkan Meiko teknik memasak Shimatsu. Hal ini kemudian menjadi keributan.
Catatan:
Makan bersama dalam budaya Jepang sangat penting untuk berbicara mengenai masalah keluarga maupun hal-hal penting lainnya.
Kredit teremahan judul kepada Diru-san.



