Sudah lebih dari setengah tahun sejak saya menonton "Amachan" yang fenomenal itu, dan ceritanya masih membekas di ingatan. Sungguh kisah yang indah, memberikan penontonnya sebuah pemahaman baru dan inspiratif. Ya, paling tidak itu yang Asadora (drama pagi) tawarkan dengan episodenya yang banyak itu. Sebuah kisah inspiratif seorang wanita dalam mengejar impiannya.
Kemudian saya mencoba untuk menonton asadora lainnya, yang kemudian jatuh kepada drama berjudul "Gochisousan". Jika garis besar Amachan adalah tentang idola, maka dapat dikatakan Gouchisousan ini akan berkaitan erat dengan kuliner. Heroine (pemeran utama wanita) dalam drama ini adalah Anne Watanabe. Seorang artis yang karirnya sedang menanjak dan sedikit senior dari Nounen Rena jika ingin dibandingkan.
Drama : Gochisousan
Setting tahun: Meiji 44 - Showa (Dimulai tahun 1911)
Week 1 : Once In A Lifetime Strawberry
Minggu pertama drama ini (episode1-6) memperkenalkan tokoh utama, keluarga, serta lingkungan sekitar. Hiduplah seorang wanita bernama Uno Meiko (Anne Watanabe). Meiko datang dari keluarga dengan kultur kuliner yang kuat sebagaimana kedua orang tuanya menjalankan bisnis restauran bergaya western/perancis.
Meiko pada waktu kecil (Toyoshima Hana) adalah gadis yang sangat suka makan. Suatu hari ia memakan buah strawberry yang pada waktu itu belum terkenal luas di Jepang. Meiko yang belum pernah merasakan sesuatu seenak strawberry menjadi tergila-gila dengan buah tersebut, sampai ia akhirnya diberikan hadiah oleh salah satu customer restauran berupa selai strawberry.
Disinilah sifat jelek Meiko terlihat, Meiko selalu membawa kemanapun selai tersebut dan tidak memberikannya kepada orang-orang. Sampai suatu hari, Meiko berselisih dengan Genta (teman sekelas) yang menyebabkan selai tersebut jatuh dan hilang di kolam.
Dari hal tersebut, Meiko mendapatkan pelajaran dari neneknya bahwa memberikan makanan kepada orang lain tidak akan mengurangi hal yang kita milikki, melainkan ada hal yang justru bertambah. Meiko yang tadinya pelit terhadap makanan yang disukainya, pelan-pelan memahami pelajaran dari neneknya tentang pentingnya berbagi makanan.
Restauran ayah Meiko pun sempat menghadapi sedikit masalah, Uno Daigo (ayah Meiko) mendapatkan kritik dikarenakan menu yang disajikan di restaurannya tidak jauh berbeda dengan menu hotel dimana ia bekerja sebagai seorang chef dulu. Namun, Daigo mampu bangkit dengan mencipatkan sebuah masakan yang sangat ikonik nantinya. Berawal dari nasi tomat dan telur dadar favorit Meiko, Daigo berhasil menciptakan kombinasi keduanya berupa Omelet Rice yang kemudian menjadi sangat terkenal.
Suatu hari, nenek Meiko jatuh sakit. Meiko pernah membuat janji dengan sang nenek sebelumnya bahwa ia akan membawakan buah strawberry kepada neneknya. Dengan janjo tersebut, Meiko bersusah payah mencari buah tersebut. Meskipun mendapat beberapa rintangan, Meiko akhirnya mampu memberikan satu-satunya buah strawberry yang pernah neneknya rasakan.
"Gochisousama", sebuah ungkapan terima kasih yang diberikan kepada orang yang telah berusaha membuat makanan. Ungkapan tersebut datang karena pada zaman dahulu, membutuhkan usaha lebih untuk menyediakan makanan kepada para tamu. Kemudian scene langsung maju ke 11 tahun kedepan dimana nenek Meiko sudah meninggal dunia dan Meiko pun sudah tumbuh dewasa.
Catatan : Toyoshima Hana (Meiko kecil) berakting dengan sangat baik, industri hiburan di Jepang memang tidak main-main dalam mempersiapkan bibit-bibit unggul. Ashida Mana sekarng tidak bisa bersantai lagi.




