Week 15 : We have to say goodbye to the present
Rumah sakit tempat Yuutaro mengobati lukanya mempertemukannya dengan teman masa kecilnya, Akiko, yang telah menjadi dokter. Akiko sendiri sudah menikah, namun bernasib kurang beruntung karena suaminya telah meninggal.
Akiko mengungkapkan bahwa karena sifatnya, ia sangat sulit berinteraksi dengan orang lain. Terlebih dengan suaminya telah meninggal dan orang tuanya yang telah meninggal, hanya Yuutaro-lah orang yang bisa Akiko temui dan ajak bicara. Akiko menganggap bahwa waktu berobat Yuutaro adalah waktu yang baik untuk mengobrol bersamanya.
Meiko yang tidak mengetahui bahwa dokter yang merawat suaminya adalah Akiko terus menyuruh Yuutaro agar teratur pergi mengganti perban setiap paginya ke rumah sakit. Yuutaro sendiri tidak berniat untuk memanfaatkan kesempatan ini untuk bertemu Akiko setiap paginya, namun ia juga tidak bisa menolak bertemu dengan Akiko yang merupakan teman masa kecilnya, terlebih rahasia hidup mereka yang sama.
Meiko akhirnya mengetahui hal ini setelah melihat Akiko di kantor Yuutaro. Pada awalnya, Meiko tidak ingin membahas hal ini, namun karena sifat terus terang dan kecemburuannya, Meiko marah karena tidak mengetahui dokter yang merawat suaminya adalah Akiko dan menanyakan hubungan mereka berdua.
Meiko menganggap bahwa terdapat hubungan spesial antara keduanya, meski ia sendiri tidak yakin apakah hubungan tersebut hanya berdasarkan teman atau lebih. Yuutaro merespon kecurigaan Meiko dengan menyuruhnya menanyakan hal ini kepada Akiko sendiri. Akiko pergi ke rumah sakit untuk bertemu dengan Akiko.
Akiko menjelaskan bahwa hubungannya dengan Yuutaro hanyalah sebatas teman. Akiko kembali menjelaskan hanya dengan Yuutaro ia bisa mengutarakan segala perasaan dan kegelisahannya. Akiko malah berbalik marah kepada Meiko dengan mengatakan bahwa Meiko berusaha untuk mengambil sesuatu darinya.
Hal ini semakin panas ketika Yuutaro menunjukkan sikap yang jarang dilakukan seperti tidak membaca koran saat makan sampai pulang lebih cepat untuk makan malam bersama. Di mata Meiko, hal tersebut terlihat seperti usaha Yuutaro karena dirinya merasa bersalah terkait masalah Akiko.
Jawaban yang diberikan Akiko tidak membuat Meiko puas dan justru semakin membuatnya bingung. Hal ini ditambah dengan Yuutaro yang mengigau dengan menyebut nama Akiko saat tidur. Melihat hal ini, amarah Meiko tidak bisa ditahan lagi. Meiko mengusir Yuutaro dari rumah.
Sementara Noriko yang masih khawatir terkait stalker yang mencoba untuk mengganggunya dapat sedikit tenang dengan seorang pria yang terus menemainya pulang setiap hari. Keduanya tampak serasi dan tidak menutup kemungkinan keduanya akan mengakhiri hubungan mereka dengan pernikahan.
Setelah keluar dari rumah untuk beberapa Saat, Yuutaro kembali ke rumah untuk menjelaskan beberapa hal kepada Meiko. Meiko sendiri sudah berniat untuk memanggil suaminya kembali dalam beberapa hari kedepan. Yuutaro menjelaskan hal yang sebenarnya tentang Aki dan sedikit masalah Aki tentang mantan suaminya. Singkat kata, Yuutaro berbaikan dengan Meiko.
Noriko juga menyelesaikan masalahnya dengan si penguntit. Pria tersebut rupanya hanya ingin mendengarkan kata-kata selamat pagi dari Noriko.
Catatan:
Kultur seiyuu sudah mengakar di Jepang sejak tahun 30'an. Stalker Noriko rupanya hanya ingin diucapkan selamat pagi.
Kredit terjemahan judul : Sato-san




