Week 16 : Living house for a pair
Shouzou jatuh pingsan akibat serangan jantung. Dokter mengatakan bahwa serangan jantung selanjutnya dapat mengakibatkan kematian kepadanya. Dokter juga mengatakan sangat penting bagi Shouzou untuk makan makanan yang dapat membuatnya dalam keadaan tenang. Makanan yang sangat ingin dimakannya adalah sushi yang dibalut oleh daun kesemek yang dulu biasa dibuat oleh istri pertama Shouzou.
Meiko yang sama sekali tidak mengetahui masakan ini mencoba untuk memasaknya. Namun karena pengetahuannya yang benar-benar nol tentang masakah khas Nishikado ini, rasa yang ada tidak benar-benar mirip dengan yang seharusnya. Meiko sampai harus pergi menemui Kazue untuk meminta resep masakan ini. Namun karena hubungan yang aneh nan jahat dari Kazue, Meiko pulang dengan kosong.
Sementara Noriko sudah memantapkan hatinya untuk menikah dengan pria yang selalu melindunginya sekaligus seniornya di konser yang bernama Kawakubo Keiji. Keiji datang ke rumah Nishikado untuk melamar Noriko. Semuanya bahagia dan setuju dengan hal ini.
Noriko sangat ingin agar sang kakak, Kazue, datang ke pernikahannya. Noriko telah menganggap Kazue sebagai pengganti ibunya, dan sangat menginginkan agar Kazue bisa hadir di hari pernikahan. Kazue memiliki syarat tersendiri jika ingin dirinya datang di hari pernikahan yaitu ketidakhadiran Meiko diamana ia harus berada di dapur pada hari itu. Meiko menerima syarat ini meskipun dengan berat hari, semata-mata untuk keinginan Noriko.
Kemantapan hati Noriko untuk menikah tidak lain dan tidak bukan adalah untuk menunjukkan kebahagian kepada Shouzou yang kesehatannya sudah memburuk. Meski demikan, ternyata Noriko menyimpan rencana besar lainnya. Setelah mengikuti syarat yang diajukan, Kazue datang di hari pernikahan Noriko.
Sesaat setelah pernikahan Noriko. Rencana besar Noriko akhirnya terungkap. Noriko ingin di hari pernikahannya diadakan juga acara pernikahan Meiko dan Yuutaro. Lah? saya pun sampai lupa kalau ternyata mereka berdua belum mengadakan acara pernikahan setelah lebih dari sembilah tahun bersama.
Tidak diadakannya pesta pernikahan Yuutaro dan Meiko ternyata adalah Meiko yang tidak ingin melakukannya selama ini. Ditambah juga faktor eksternal seperti Kazue yang sepertinya tidak merestui pernikahan Yuutaro. Noriko beserta anggota keluarga lainnya memohon agar keinginan pesta pernikahan dapat dikabulkan.
Kazue yang kini telah menjadi nyonya di tempat lain tidak bisa menolak hal ini. Maka setelah bertahun-tahun, Meiko dan Yuutaro akhirnya mampu menyelenggarakan pesta pernikahannya. Meiko, terutama Daigo, menangis bahagia karena hal ini dapat terkabul. Rencana Noriko untuk menunjukkan kebahagian lainnya kepada ayahnya pun bisa tercapai.
Keinginan Shouzou untuk menyantap makanan favoritnya terwujud setelah Kazue membuatnya. Kazue ternyata selama ini adalah Mrs Cabbage. Mrs Cabbage adalah orang yang selalu mengalahkan Meiko dalam perlombaan resep yang diadakan di radio.
Shouzou kembali mendapatkan serangan jantung yang menandakan hari akhirnya sudah dekat. Sebelum hal buruk terjadi, Yuutaro membawa ayahnya untuk melihat projek subway yang ia sedang kerjakan. Shouzou juga kembali bisa menikmati makanan-makanan khas keluarga Nishikado dengan resep yang diberikan Kazue kepada Meiko.
Esok hari, Shouzou menghembuskan nafas untuk yang terakhir kalinya. Shouzou meninggalkan dunia dengan damai setelah melihat semua anggota keluarga bahagia. Keluarganya telah menerimanya kembali, Oshizu yang kembali bersamanya, Yuutaro-Meiko yang hidup bahagia, Kazue yang membuatkan makanan favorinya dan Noriko yang telah menikah. Shouzou meninggal dengan bahagia.
Catatan :
Budaya Jepang membuat wanita harus patuh pada suami dan adat istiadat keluarganya.
Kredit terjemahan judul : Sato-san



