[REVIEW] Gochisousan (Week 12)


Week 12: Days until gochisousan

Gempa besar terjadi yang berpusat di daerah Kanto. Gempa yang sangat besar hingga getarannya sampai terasa ke Osaka. Hubungan melalui telepon dan telegram juga tidak bisa dilakukan untuk beberapa waktu. Meiko sangat khawatir tentang keadaan keluarganya di Tokyo walaupun tidak bisa berbuat apapun selain berharap semuanya akan baik-baik saja.


Yuutaro yang juga khawatir akan hal ini pergi ke Tokyo menjadi bagian dari tim bala bantuan dari Osaka. Yuutaro juga mendapatkan beberapa pekerjaan terutama meneliti skala gempa dan akibat yang diberikan sebagai dasar untuk pembangunan Osaka. Pemerintah Osaka juga memberikan bala bantuan berupa bahan makanan, material, dan lainnya untuk daerah bencana.



Dapur umum didirikan di balai kota untuk menampung para korban gempa yang datang ke Osaka. Meiko mendapatkan bagian untuk memasak makanan bagi para pengungsi. Para pengungsi pun mendapatkan makanan lezat setiap harinya dengan bantuan Meiko. Kemudian Meiko mendapatkan sedikit masalah dengan salah satu pengungsi yang bersikap murung. Diketahui, pengungsi tersebut kehilangan anggota keluarganya saat gempa. Pengungsi tersebut mogok makan sejak perdebatannya dengan Meiko.

Meiko mendapatkan kabar baik melalui surat yang dikirim oleah Yuutaro yang mengatakan bahwa keluarganya aman. Pengungsi yang mogok makan jatuh pingsan dan hampir dilarikan ke rumah sakit, namun kemudian ia mencium aroma ikan yang sedang dibakar yang mengingatkan pada makanan favorit keluarganya.

Ikan tersebut sukses membangkitkan kembali semangat hidupnya. Pengungsi yang bernama Tanigawa tersebut berterima kasih kepada Meiko karena telah menghidangkan makanan kepada semua pengungsi dan memberikannya semangat untuk kembali hidup.




Kabar baik keluarga Uno yang selamat tidak dibarengi dengan kabar baik lainnya. Meiko mendapatkan kabar bahwa guru sekolahnya tewas dalam gempa tersebut. Meiko menjadi sedih mengingat jasa-jasa yang telah dilakukan oleh gurunya termasuk Natto yang Meiko pelajari dalam usahanya dulu agar Yuutaro menyukai Natto.

Yuutaro telah kembali dari Tokyo. Ia mendapatkan tanggung jawab besar untuk memimpin pembangunan sebuah sekolah dasar. Setelah semua pengalaman yang ia telah lihat di Tokyo, pembangunan malah kembali menggunakan beton; ide yang pernah Yuutaro ajukan sebelumnya yang sempat ditolak.

Setelah melihat bangunan beton dengan segala kelebihan dan kekurangannya di Tokyo, Yuutaro menganggap bahwa masih terlalu dini untuk menggunakan teknik tersebut. Apalagi diterapkan untuk sekolah dimana terdapat banyak anak-anak di dalamnya. Yuutaro menjadi ragu dengan idenya sendiri.


Hanya beberapa waktu lagi sampai tahun baru. Meiko mendapatkan surat yang berisikan rencana keluarganya untuk pergi ke Osaka agar bisa bersama saat tahun baru. Kandungan Meiko juga mulai besar hingga beberapa waktu lagi baginya untuk melahirkan. 

Catatan :

Gempa menjadikan Jepang negara yang sangat solider antara satu prefektur(provinsi) ke prefektur lainnya, Osaka sangat sigap dalam membantu daerah gempa.

Kredit terjemahan judul : Diru-san