Week 17 : Luxury is love
Setting waktu pada minggu ini langsung maju delapan tahun kedepan, atau tahun ke-15 era showa (1940). Subway telah selesai dibangun dan mampu beroperasi dengan baik. Jepang pada era itu sedang berperang yang menyebabkan peraturan-peraturan mengikat bagi penduduknya. Banyak hal-hal yang dikorbankan untuk mendukung perang seperti besi dan bahan makanan.
Keluarga Nishikado sendiri semakin ramai dengan tumbuhnya ketiga anak Meiko. Fuku bersekolah di sekolah tinggi khusus wanita dan tergila-gila dalam fisika, Taisuke menjadi anggota baseball di sekolahnya, dan Katsue menjadi asisten Meiko di dapur.
Karena kondisi negara yang sedang berperang, beberapa bahan makanan seperti daging dan lainnya dilabeli sebagai barang 'mewah' dan penjualannya dibatasi. Barang pokok harus diganti dengan barang subtitusi (pengganti). Yuutaro yang masih membangun subway juga harus memutar otak karena sumber besi yang berjumlah sedikit.
Meiko adalah salah satu orang yang sangat nasionalis. Ia selalu menganggap bahwa para prajurit perlu diberikan dukungan, dalam hal ini adalah pengorbanannya untuk tidak sering menggunakan bahan makanan yang dianggap mewah.
Para pria diwajibkan membantu negara dengan menjadi prajurit. Genta menjadi salah satu pria tersebut yang ditugaskan oleh negara, terlebih karena Genta yang tidak mempunyai anak maupun istri. Kabur dari panggilan tersebut merupakan perbuatan yang dianggap sebuah kriminal.
Meiko dan kerabat dekat Genta kemudian mengadakan pesta dalam rangka pelepasan Genta pergi. Genta meminta Meiko untuk membawakannya strawberry sebagai bentuk balas budi pada saat mereka kecil. Meiko kemudian berhasil memenuhi permintaan tersebut dengan membuat makanan yang berbentuk menyerupai strawberry.
Efek dari perang semakin menjadi-jadi ke bahan makanan. Gula menjadi bahan makanan yang tidak dijual secara bebas. Budaya pada waktu itu mengatakan bahwa 'kemewahan adalah musuh'.
Meiko mendapatkan tugas dari asosiasi wanita setempat untuk membuat roti dari bahan-bahan yang tidak layak untuk dimakan. Meiko sempat menentang ini karena alasan ketidaklayakan, namun dengan alasan makanan ini hanya akan disumbangkan membuat Meiko harus melakukannya dengan terpaksa.
Benar saja, sekolah tempat roti-roti tersebut disumbangkan menolak. Roti-roti tersebut dikirimkan kembali ke asosiasi dan kembali ke tangan Meiko. Meiko yang sangat kesal memakan habis roit-roti tersebut. Meiko depresi karena harus merasakan makanan yang tidak menyenangkan yang dibuat olehnya sendiri.
Meiko yang sangat kesal kemudian pergi ke pasar membeli daging dalam potongan yang sangat besar. Malam itu, Meiko memasak beef steak yang sangat nikmat. Mendapat banyak kecaman karena berlaku mewah, Meiko menjelaskan bahwa kemewahan adalah bentuk cinta. Meiko memberikan beef steak tersebut kepada tetangga sekitar. Karena kejadian malam itulah, Meiko mendapatkan panggilan 'Gochisousan' oleh para warga sekitar.
Catatan : Perang bukanlah sesuatu yang menguntungkan



