Week 18: Lesson of Milk
Di lain pihak, Taisuke sedang mengikuti lomba penyisihan baseball. Targetnya adalah kompetisi baseball nasional atau yang lebih akrab dengan sebutan koshien. Meiko sangat mendukung keinginan putranya tersebut, bahkan sampi membuatkan makanan untuk para anggota tim. Taisuke sendiri juga sangat bersemangat dalam mewujudkan mimpinya dengan berlatih hingga tanggannya cedera.
Untuk menunjukkan dukungannya, Meiko bahkan membuatkan sistem katsu untuk babak penyisihan. Sistem katsu adalah sistem yang digunakan Meiko untuk membuatkan katsu bagi Taisuke dan temannya, dimana semakin tinggi tempat yang diraih maka semakin mewah isi katsu tersebut. Meskipun begitu, koshien berada dalam ancaman karena situasi perang.
Yuutaro juga memiliki masalah dengan pekerjaan pembangunan stasiun subway karena sumber material yang dibutuhkan tidak mencukup akibat tuntuan persenjataan perang. Desain stasiun yang sudah dibuat dengan brilian oleh profesor Takemoto terancam berubah akibat hal tersebut.
Koshien ternyata benar-benar tidak diadakan karena beberapa alasan terkait perang. Meskipun babak penyisihan masih berlanjut, hal ini membuat Taisuke sangat terpukul melihat kompetisi yang diimpikannya harus dihentikan. Perang lagi-lagi telah merebut mimpi penduduk.
Genta kemudian telah kembali dari perang dan tidak dalam keadaan baik, tubuhnya menjadi kurus serta terlihat seperti kekurangan tenaga. Genta kemudian mengalami sebuah penyakit aneh berupa efek psikologis yang membuatnya tidak mampu makan, bahkan makanan yang dibuat oleh Meiko.
Genta terkulai lemas akibat tidak mampu memakan makanan yang diberikan. Meiko yang sangat khawatir bahkan meminta bantuan kepada Akiko untuk mengecek kondisi Genta. Akiko menjelaskan bahwa masalah utama pada Genta adalah ketakutannya sendiri terhadap makan.
Kemudian Genta sendiri yang mengungkapkan bahwa makan adalah kegiatan yang mengambil nyawa sesuatu/seseorang. Hal tersebut disebabkan oleh efek psikologis paska perang dimana Genta yang pernah membunuh orang. Hal yang wajar pada sebuah perang yang dilakukan oleh prajurit.
Genta hampir tidak sadarkan diri dengan kondisinya yang semakin parah, untunglah ada Meiko yang terus mendesaknya untuk kembali sadar. Meiko mengatakan bahwa Genta tidak bisa pergi begitu saja sebelum mengembalikan selai strawberry yang pernah ia rebut dari Meiko. Kondisi Genta berangsur-angsur membaik, terutama setelah Meiko memberikan susu yang tidak membunuh apapun dalam prosesnya.
Cerita pada minggu ini benar-benar memperlihatkan sisi lain dari efek perang dalam koridor internal dimana para penduduk yang tidak berperang juga ikut merasakan hal-hal yang tidak menyenangkan bagi hidup mereka.
Taisuke harus rela menunggu beberapa tahun lagi sampai mimpinya pergi ke Koshien bisa terkabul, mimpi profesor Takemoto untuk membangun stasiun yang indah juga harus tertunda. Ditambah, efek psikologis bagi para eks prajurit yang masih hidup seperti Genta.
Catatan: Populernya olahraga baseball di Jepang terlihat dari penyelenggaraan Koshien sejak dulu.
Kredit terjemahan judul: Diru-san



