Week 6 : Combination
Keluarga Yuutaro sendiri terdiri dari kakak perempuan Nishikado yang paling tua (Kazue), adik bungsu perempuan yang introvert (Noriko), dan ibu tiri Yuutaro (Oshizu)
Pindah ke Osaka kemudian menjadi sesuatu yang tidak mudah bagi Meiko. Meiko yang selalu tinggal di Tokyo mengalami culture-shock. Terutama dalam lingkungan tradisi keluarga Nishikado. Kazue menegaskan bahwa butuh satu tahun bagi Meiko untuk bisa masuk kedalam keluarga Nishikado
Segala hal tampak berbeda terutama dalam hal kuliner. Dapur keluarga Nishikado masih menggunakan kayu bakar, tidak menggunakan gas seperti di Tokyo. Semua tentang makanan berbeda dengan Tokyo maupun definisinya tentang makanan yang enak. Sup miso yang berbeda, bumbu yang berbeda, dan tentunya lidah yang berbeda. Meiko kemudian menjadi begitu naif bahwa masakannya bisa mampu diterima begitu saja oleh keluarga Nishikado.
Keluarga Nishikado sebetulnya tidak menentang pernikahan ini, cenderung keluarga biasa pada umumnya. Namun Kazue seperti menjadi musuh utama bagi Meiko. Kazue selalu memberikan Meiko masalah di hari-hari pertama kedatangan Meiko.
Dimulai dari tidak memakan masakan Meiko, niatnya untuk menyingkirkan pot beras (nuzakuke) Meiko yang sudah turun temurun sampai niatnya mengirim barang-barang Meiko kembali ke Tokyo. Kazue menegaskan bahwa keluarga Nishikado adalah keluarga dengan tradisi yang kuat. Meiko tidak bisa begitu saja untuk datang dan mengubahnya sesukanya.
Terutama soal dapur dimana Meiko sudah dipercayakan semenjak kedatangannya ke rumah Nishikado. Meiko seperti mendapat tantangan bahwa untuk diterima kedalam keluarga Nishikado, Meiko harus bisa memasak dengan rasa ala keluarga Nishikado.
![]() |
| Kazue |
Sifat pantang menyerah Meiko membuatnya berusaha untuk membuat masakan yang cocok dengan selera keluarga Nishikado. Kemudian seperti takdir, Meiko malah bertemu dengan teman masa kecilnya, yakni Genta, yang telah menjadi penjual daging di pasar. Genta rupanya pergi ke Osaka untuk melanjutkan usaha ke ayahnya. Pot beras yang tadinya juga dalam ancaman untuk disingkirkan juga berhasil Meiko selamatkan dengan cara diberikan kepada Genta.
Pelan-pelan Meiko belajar tentang masakan ala Osaka. Meskipun begitu, lidah Meiko masih belum terbiasa dengan masakan setempat dan jatuh pingsan dikarenakan tidak makan selama lima hari. Sungguh waktu yang menyusahkan bagi orang yang hobi makan seperti Meiko. Meiko kemudian mendapatkan inspirasi setelah menyantap udon setempat yang sekaligus menjadi makanan pertamanya setelah lima hari.
Meiko kemudian memulai usahanya dengan belajar membuat sup konbu (sejenis sup rumput laut) yang biasa digunakan di Osaka. Sama seperti membuat Omusubi untuk Yuutaro saat di Tokyo, Meiko benar-benar mengerahkan segala usahanya untuk membuat konbu.
Yuutaro senang melihat Meiko yang bisa berubah dengan cepat mengikuti tuntutan lingkungan. Yuutaro yang sudah bekerja pun menjadi tidak egois dalam idealisme dan lebih realistis dalam menghadapi tuntunan pembangunan.
Tekad Meiko sudah bulat untuk menemukan rasa dari konbu yang disajikan di keluarga Nishikado. Tekad itu bertambah bulat ketika orang-orang rumah mengatakan bahwa konbu Kazue adalah yang paling enak. Pada akhirnya, Meiko mampu menyamai rasa konbu yang benar-benar cocok. Meski demikian, sepertinya masih banyak rintangan dalam kehidupan Meiko di Osaka.
Catatan :
Nishikado adalah nama keluarga dari Osaka. Saya jadi teringat Nishikado Ryo.
Wanita Osaka sangat suka bersolek. Sanggulnya luar biasa rapi dan indah.
Kredit:
Penerjemah judul mingguan kali ini adalah Diru-san.




