[REVIEW] Gochisousan (Week 3)



  Week 3 : To Agree On Natto 

Yuutaro rupanya tidak menyukai Natto (makanan tradisional Jepang berupa kacang yang difermentasi;biasa dikonsumsi pada waktu sarapan). Meiko yang mengetahui ini kemudian berusaha agar Yuutaro bisa menyukai makanan tersebut.


Di lain pihak, rupanya diam-diam Tamiko menyukai Yuutaro. Meiko yang mengetahui hal ini sampai harus mengatur sebuah sandiwara dimana Tamiko bisa memberikan kotak makan siang sebagai bentuk perhatian.



Namun rupanya, Yuutaro mengatakan bahwa ia sudah mempunyai orang yang ia sukai. Deskripsi orang yang Yuutaro sukai adalah orang yang suka makan dan selalu mencoba untuk ceria. Mendengar hal tersebut, pikiran Meiko menjadi tidak karuan karena deskripsi tersebut benar-benar menyerupai deskripsi dirinya sendiri.

Di Kameikan (restauran Meiko), terdapat masalah pada properti restauran yakni tangga masuk ke restauran yang sudah lapuk dan menyebabkan beberapa orang terjatuh dan bahkan cedera saat ingin memasuki restauran. Melihat hal ini, Yuutaro yang merupakan mahasiswa arsitek menggunakan kemampuannya untuk memperbaiki tangga tersebut dan membuatnya lebih baik untuk kepentingan pelanggan restauran.



Mimpi Yuutaro adalah membangun kota dimana orang-orang bisa dengan aman tinggal di dalamnya. Mimpi tersebut adalah sebagai bentuk ambisinya untuk membalas kematian ibu Yuutaro saat ia masih berusia 12 tahun dikarenakan kebakaran dan struktur bangunan dan kota yang kurang aman.

Meiko melihat mimpi Yuutaro sebagai sebuah hal yang mendorongnya. Sempat bingung akan hal yang benar-benar ingin dilakukannya, Meiko kemudian berusaha keras agar mampu membuat Yuutaro menyukai Natto. Dengan segala usaha, akhirnya Meiko mampu membuat masakan berbahan Natto yang Yuutaro mampu menyukainya.

Merasa berhasil dengan tujuannya, Meiko merasakan perasaan senang yang luar bisa. Ia sangat senang ketika orang lain senang dengan masakan yang dibuat oleh tangannya sendiri. Kemudian, Meiko berlanjut dengan menciptakan sesuatu dengan sebaik-baiknya.



Catatan : Natto sudah menjadi tradisi sarapan orang Jepang dan juga kotak makan (bento) yang dibawa setiap harinya