[Review] Gochisousan (Week 2)


Week 2 : Meeting Yuu For The First Time

Tahun sudah berganti ke Showa 11 (1922). Saya lupa menyebutkan di review minggu pertama bahwa setting tempat drama ini berada di Tokyo. Meiko sudah berusia 17 tahun dan sudah memasuki tahun ke-lima di sekolah khusus wanitanya. Tujuan ibu Meiko menyekolahkan Meiko ke sekolah khusus wanita jelas agar Meiko mampu bersifatnya layaknya perempuan. Sifat Meiko pun tidak berubah, masih suka makanan melebihi hal-hal lainnya untuk gadis seusianya.


Situasi rumah Meiko juga sudah berubah. Ayah Meiko telah merubah menunya menjadi lebih 'Jepang', restaurannya juga telah berkembang dengan mendapatkan beberapa pegawai baru, Adik Meiko (Teruo), juga belajar menjadi chef dengan membantu di restauran. Meiko sendiri bertugas untuk mempersiapkan nuzakuke (semacam acar) setiap harinya.

Singkat cerita, ada seorang mahasiswa Universitas Teikoku bernama Yuutaro(Higashide Masahiro) yang akan tinggal di rumah Meiko untuk beberapa waktu. Meiko pun merasa gugup tentang keadaan tersebut. Gugup bagaimana ia harus bersikap menghadapi sosok laki-laki.



Meiko yang sudah beranjak dewasa merasakan sebuah kompleksitas terbesarnya dalam urusan cinta. Tinggi badannya yang diatas rata-rata membuatnya tidak percaya diri dalam menghadapi pria. Bahkan dua teman dekatnya, Sakurako dan Tamiko, yang lebih sadar akan hal ini harus bersusah payah membantunya.

Meiko rupanya juga memiliki masalah akademik di sekolah. Dalam pelajaran eksak, Meiko mendapatkan nilai yang sangat buruk hingga terancam harus mengulang pelajaran tersebut jika tidak bisa mendapat nilai minimum.



Yuutaro adalah mahasiswa jurusan arsitektur yang cerdas. Ia kemudian membantu Meiko dalam belajar. Namun pada awalnya,  Meiko  mengaku kesulitan dan berpendapat bahwa ia ilmu tersebut tidak akan mempengaruhi hidupnya dan ia hanya akan menjadi ibu rumah tangga nantinya.



Masalah kompleksitas tinggi badan Meiko pun terus berlanjut, dan ia sampai frustasi hingga menangis. Budaya pada waktu itu mengizinkan wanita untuk menikah pada umur yang masih muda. Sempat terpikir bagi Meiko untuk segara menikah dan meninggalkan pelajaran di sekolah yang ia tidak sukai.

Yuutaro kemudian membuka mata Meiko, Yuutaro mengatakan bahwa kompleksitas tersebut bukanlah satu-satunya hal yang menyebabkan Meiko tidak menarik di kalangan pria. Melainkan memang Meiko yang benar benar tidak mempunyai daya tarik sebagai seorang wanita.

Di saat yang sama, Yuutaro berhasil membantu ayah Meiko dalam membuat produk barunya setelah selalu gagal dalam banyak percobaan sebelumnya.

Yuutaro kemudian mengatakan kepada Meiko bahwa kesuksesannya dalam membantu ayah Meiko murni berasal dari ilmu sains yang Meiko anggap sepele. Ini kemudian menjadi titik balik dalam kehidupan Meiko.



Meiko kemudian menjadi tertarik dengan hal-hal yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan dan makanan. Meiko kemudian juga berhasil lulus dari ujian ulang dan tanpa sadar hatinya berdebar karena Yuutaro.