[REVIEW] Gomen ne Seishun eps 1


Dorama musim gugur ini cukup banyak yang menjanjikan. Mulai dari penceritaan kembali kisah Nobunaga Oda dalam "Nobunaga Concerto" yang diperankan oleh nama-nama tenar seperti Shun Oguri, Osamu Mukai, Shibasaki Kou hingga kisah sensual kehidupan malam hostess dalam "Kurofuku Monogatari" yang membuat mata menjadi segar dengan kehadiran Nozomi Sasaki dan dua anggota AKB48 dalam satu cerita.


Namun satu musim tentunya tidak lengkap tanpa sebuah dorama yang bertemakan sekolah. Jenis yang secara tidak langsung disetujui dan diterima oleh konsensus umum dan tentunya drama geek jika ceritanya dikemas secara menarik. Untuk itu, sebuah drama berjudul "Gomen ne Seishun" hadir mengisahkan cerita anak sekolahan yang dikemas dengan bumbu-bumbu yang sedikit serius seperti issue agama sampai nasional.

Sampai saat ini, Gomen ne Seishun sudah tayang sebanyak lima episode. Namun satu episode yang saya baru tonton sepertinya cukup untuk membuat saya tertarik untuk mengikuti kisahnya.

Secara singkat, kisahnya bercerita tentang dua sekolah di prefektur Shizuoka yang bertentangan satu sama lain. Sekolah pertama adalah "Tonkou" yang seluruh muridnya adalah laki-laki yang memiliki sejarah didirikan oleh seseorang yang taat dalam agama Buddha. Sementara "Sanjo" yang berjarak hanya sepelemparan batu adalah sekolah katolik yang seluruh muridnya adalah wanita.

Selama bertahun-tahun, gosip untuk melakukan merger atau menggabungkan dua sekolah ini terus mencuat. Budaya yang berkembang antar kedua sekolah ini juga sangat beragam. Mulai dari larangan agar para murid "Sanjo" tidak berkencan dengan murid "Tonkou" hingga murid-murid pria "Tonkou" yang melakukan berbagai cara untuk bisa mengencani para murid "Sanjo".

Diluar ini, terdapat satu sekolah lainnya, yakni "Nishikou" yang merupakan sekolah terbaik di prefektur yang meiliki rasio terbaik dalam mengirim murid-muridnya ke Universitas terbaik, berbanding terbalik dengan "Tonkou" memiliki rasio paling kecil. Meskipun demikian, terdapat sebuah benang merah yang akan menjadi pemantik kisah ini yang akan mewarnai hubungan "Tonkou" dan "Sanjou".

Tokoh utama pada dorama ini bernama Keisuke Hara (Nishikido Ryo). Keisuke adalah guru sekaligus alumni "Tonkou" yang memiliki kenangan tersendiri kepada hubungan "Tonkou" dan "Sanjo", terutama kenangan pada 15 tahun yang lalu.



Singkat cerita, Keisuke pernah menyukai salah satu murid dari "Sanjo", tapi harus menerima kenyataan pahit bahwa dirinya harus dikhianati oleh sahabatnya sendiri. Keisuke juga menyebabkan sebuah insiden besar yang menyebabkan hubungan kedua sekolah menjadi renggang.

Lima belas tahun berlalu dan Keisuke kini menjadi salah satu guru di "Tonkou". Keisuke menjadi salah satu pihak yang mendukung ide penyatuan kedua sekolah. Meskipun sempat terdapat beberapa hambatan, penyatuan akhirnya dimulai dengan pencampuran murid tingkat tiga pada semester terakhir. Percobaan ini akan menjadi indikator apakah penyatuan kedua sekolah yang bertolak belakang mampu bejalan dengan baik atau sama sekali bukan merupakan hal yang bisa diwujudkan.

Keisuke mengemukakan idenya tentang penyatuan sekolah ini sebagai sebuah langkah maju bagi para murid laki-laki dalam menghadapai perempuan/wanita. Issue penurunan populasi Jepang juga diangkat dalam dorama ini terkait temanya sendiri. Keisuke menegaskan agar para laki-laki menghadapi wanita dan menghadapi kegagalannya sendiri sebagai sebuah pelajaran untuk masa depan.

Dari segi cast, saya cukup senang bisa mengenal Nishikido Ryo, anggota Kanjani8, yang juga menjadi pemeran utama di "Papa Doru". Dan drama ini cukup banyak menampilkan wanita berambut pendek dengan Haru yang kembali muncul. Haru adalah seorang ahli forensik di "Border", namun juga melekat kesan sebagai orang wanita perusak persahabatan pria (mengacu kepada Keigo Higashino Mysteri Stories).


Jika anda bingung memilih drama untuk ditonton pada musim ini, Gomen ne Seishun sepertinya bisa dijadikan pilihan yang tepat. Ciao.