[REVIEW] Massan (Week 1-3)


Week 1 
Massan, atau singkatan dari Masaharu-san, merupakan sebuah panggilan yang diberikan oleh Ellie kepada suami tercintanya karena ia kesulitan untuk mengucapkan kata 'Masaharu' setiap kali memanggil nama suaminya.


Kameyama Masaharu, adalah seorang pemuda yang berasal dari Hiroshima, yang datang dari latar belakang keluarga pembuat sake secara turun temurun dari generasi ke generasi. Meskipun demikian, Masaharu yang bekerja di Osaka malah dikirim ke Skotlandia untuk belajar cara membuat Whiskey yang mencuri seluruh perhatiannya sejak pertama kali ia meminumnya.

Di Skotlandia-lah, Masaharu bertemu dengan Ellie yang nantinya akan menjadi istrinya. Keduanya saling jatuh cinta. Namun di saat Masaharu telah menyelesaikan masa studinya dan harus kembali ke Jepang, ia malah melamar Ellie untuk menjadi istrinya, dan tidak memiliki masalah untuk tinggal di Skotlandia asalkan terus bersama Ellie. Ellie yang sudah jatuh hati pun menerima lamaran Masaharu dan hal yang paling mengejutkan darinya adalah, ia akan ikut ke Jepang untuk mendukung mimpi Masaharu untuk membuat whiskey pertama di Jepang.

Dengan memantapkan hati, kedua pasangan ini berangkat ke Jepang, tepatnya di Hiroshima, kampung halaman Masaharu. Pada saat itu (tahun 1920),pernikahan internasional merupakan sebuah hal yang langka, terutama bagi Jepang yang masih memiliki sedikit sentimen terhadap orang asing. Belum lagi reaksi orang di sekitar Masaharu yang kaget karena ia sudah beristri orang asing. Ellie juga membuat orang Jepang kaget dengan bahasa Jepangnya yang sudah memasuki level 'lumayan' dan bisa berinteraksi dengan mereka.



Masalah datang ketika ibu Masaharu yang tidak mengizinkan seorang asing untuk menjadi bagian dari keluarga Kameyama. Hal juga menjadi sulit ketika ia dipaksa untuk menjadi pewaris keluarga untuk mengelola bisnis sake keluarga. Tentu saja Masaharu menolak hal ini karena ia sudah bertekad untuk menjadi orang yang akan membuat whiskey pertama di Jepang.

Klimaks pada minggu pertama adalah saat Masaharu menggagalkan upaya Ellie untuk kabur dari Hiroshima karena telah diusir oleh sang ibu mertua. Masaharu mengatakan bahwa Ellie harus tetap di sampingnya mewujudkan impiannya. Kemudian setelah memperoleh izin sang ayah untuk memulai mimpinua membuat whiskey, Masaharu bertolak ke Osaka. Dengan niat dan mimpi besarnya digabung dengan biat Ellie untuk menjadi orang Jepang, perjalanan keduanya baru saja dimulai.




Week 2 
Kemudian Masaharu dan Ellie tiba di Osaka. Di kota inilah dulu Masaharu bekerja sebelum ia pergi ke Skotlandia. Pabrik pembuatan minuman 'Sumiyoshi' adalah nama tempat tersebut, bos dari perusahaan inilah yang mengirim dan membiayai sekolah Masaharu di Skotlandia.


Reaksi yang sama juga dipetunjukkan oleh orang-orang Osaka melihat seorang 'bule' yang fasih berbahasa Jepang dan sangat terbuka dengan memeluk orang yang ia temui. Namun masalah kembali muncul, dengan setuju pergi ke Skotlandia dan dibiayai, Masaharu tidak sadar bahwa perjanjian tersebut meliputi janji yang tidak disebutkan lainnya yaitu untuk menikahi putri si bos (Yuko). Keadaan pun menjadi canggung karena Masaharu telah beristri dan kini harus bekerja di lingkungan yang akan membuatnya bertemu dengan Yuko setiap harinya.



Di saat yang sama, Masaharu juga tengah mempersiapkan segalanya untuk mulai membuat whiskey. Ia harus bertemu dan berdiskusi dengan banyak orang untuk hal ini dikarenakanpembuatan whiskey yang membutuhkan waktu sampai dengan lima tahun sampai siap untuk diproduksi. Belum lagi, Jepang pada era itu masih suka meniru alkohol luar dan menjualnya kepada masayarakat umum.

Masalah memanas ketika Yuko merelakan pernikahannya dengan Masaharu dengan syarat Masaharu harus keluar dari perusahaan Sumiyoshi. Dua tahun yang telah ia persiapkan untuk menikah dengan Masaharu juga harus dilunasi dengan hilangnya mimpi Masaharu untuk membuat bir. Masaharu jelas menolak ide ini dan bingung untuk menghadapi masalah salah pengertian yang sudah menjadi runyam.

Melihat Masaharu yang kesulitan, Ellie mendukung suaminya dengan dasar bahwa membuat whiskey adalah mimpinya yang harus dia wujudkan serta kedatangannya ke Jepang adalah untuk mendukung mimpi tersebut. Ellie yang datang ke Jepang memang telah meninggalkan segalanya bahkan keluarganya sendiri.

Klimaks terjadi saat usaha jahat Yuko mensabotase masakan Ellie. Kemudian Yuko menjelaskan bahwa ia tidak bisa menerima Ellie sebagai orang yang telah meninggalkan keluarganya dan berbuat sesuka hatinya.



Mendengar hal ini membuat sakit perasaan Ellie yang telah meninggalkan segalanya serta perasaan rindunya kepada ibunya di Skotlandia yang telah memuncak. Namun keputusannya telah bulat, ia jauh-jauh datang dari Skotlandia untuk menjadi rekan hidup Masaharu dan mendukung mimpinya. Bagaimana pun hal-hal menyakitkan yang akan dihadapi, Ellie telah siap untuk menghadapai itu semua.

Week 3



Akhirnya Masaharu dan Ellie keluar dari rumah bos setelah sementara waktu, keduanya mendapatkan rumah baru dimana mereka akan memulai kehidupan rumah tangganya. Tantangan untuk Ellie kemudian adalah memasak nasi yang menjadi elemen kesukaan suaminya. Perjalanannya untuk menjadi orang Jepang dimulai dari dapur tempat ia akan bertugas sebagai seorang istri.

Hubungan Ellie dan Yuko pun juga sudah membaik karena Yuko yang telah menyadari semuanya dan memberikan restunya. Di saat yang sama, Masaharu sudah memulai untuk membuat Whiskey, namun membuat minuman tersebut tidaklah muda, belum lagi biaya besar yang harus disetujui oleh perusahaan dan para pemegang saham.



Ellie menemukan teman baru, yaitu penduduk lokal bersama Taneko/Catherine, suaminya adalah seorang pastur berkebangsaan Inggris. Singkat kata, Catherine memahami kesulitan yang dialami oleh Ellie dan siap untuk membantunya kapanpun. Taneko juga lah yang membantu Ellie dan Masaharu dalam mendapatkan rumah mereka.

Kehidupan rumah tangga keduanya pun dimulai. Ellie masih berusaha keras untuk membuat nasi yang dimasak dengan sempurna, dan membuat Yuko untuk mengajarinya. Selain Catherine, orang yang baik pada pasangan ini adalah tuan Kamoi Kinjiro, seorang businessman terkenal di Osaka, dan juga yang akan membantu Masaharu secara finansial untuk membuat whiskey.



Pertengkaran rumah tangga pertama akhirnya terjadi. Masaharu yang sibuk membuat Whsikey dan menyiapkan hal-hal lainnya menjadi lupa akan hal-hal bersama Ellie. Meskipun perlahan-lahan sukses memulai langkah-langkah pertama untuk membuat whiskey, Masaharu melupakan orang yang akan mendukung mimpinya. Masaharu berangkat pagi dan pulang malam. Ellie pun merasa kesepian dan frustasi karena nasi yang telah ia buat bahkan tidak dapat dimakan oleh suaminya sendiri.

 Di tengah pertengkaran dan wacana bahwa memiliki pasangan orang asing adalah hal yang sulit, hal ini justru semakin melekatkan keduanya. Keduanya sadar bahwa yang bisa dilakukan adalah mendukung satu sama lain.