![]() |
| Tokyo Arc |
Pada review bagian kedua ini, poin-poin yang diambil adalah bagian kedua dari Amachan yakni Tokyo Arc. Pada bagian ini, Aki memutuskan untuk pergi kembali ke ibu kota demi mewujudkan keinginannya untuk menjadi seorang Idol.
Tokyo juga menyimpan banyak cerita dan sejarah bagi Amano Haruko. Disini akan diceritakan tentang masa lalu Haruko yang di kemudian hari akan mengikat banyak orang. Beberapa tokoh utama dalam Tokyo Arc adalah Mizuguchi yang bertanggung jawab atas karir Aki, Futomaki sang produser, serta Suzuka Hiromi.
Struggling Scene of Idols
Sebagai mekah dari dunia idol, Jepang khususnya Tokyo merupakan tempat dari idol kelas dunia hingga kelas jalan raya. Sesuai ide dasarnya, yakni Japanese idea of idols, Kudo Kankuro mengajak kita untuk melihat bagaimana hal-hal terjadi dalam dunia entertainmen dan idol.
Hidup memang berat, tapi akan lebih berat lagi jika hanya menjadi idol kelas jalan raya. Kedatangan Aki ke Tokyo dengan niat menjadi seorang idol dimulai semuanya dari nol. Banyak tantangan yang harus dihadapi Aki untuk mewujudkan keinginannnya.
Aki memulai karirnya dari anggota pengganti yang hanya akan tampil jika artis utamanya berhalangan. Ia juga bersama teman satu angkatannya (GMT6) harus rela memulai grup mereka dari jalan raya dan menghadapi berbagai hambatan.
Meskipun hal tidak berjalan sesuai dengan keinginan, Aki belajar bahwa untuk menjadi idol membutuhkan banyak pengorbanan. Menjadi idol bukan hanya memiliki keinginan kuat dan atau digemari sebagian banyak orang, melainkan banyak hal teknis yang lebih berpengaruh di dalam dunia tersebut.
Sejarah Amano Haruko
Pemilihan Koizumi Kyoko sebagai Amano Haruko adalah salah satu hal yang paling brilian dalam pemilihan cast Amachan. Sedikit informasi, Koizumi Kyoko (Kyon) adalah seorang idol terkenal di era delapan puluh sampai sembilan puluhan. Perannya sebagai Amano Haruko terlihat begitu natural dan mampu memberikan kesan mendalam bagi yang menontonnya.
Amano Haruko memiliki sejarah hidup yang cukup berliku di Tokyo. Datang dari Sodegahama dengan modal fisik dan suara yang cukup brilian, hanya takdir yang akhirnya mampu mengandaskan impiannya untuk menjadi seorang idol.
Suzuka Hiromi adalah seorang artis masa depan yang akan memiliki film bertema penyelam Ama, disaat bersamaan ia harus menyanyikan lagu yang menjadi soundtrack di filmnya. Apa boleh buat, ia tuli dengan nada dan tidak mampu bernyanyi dengan baik.
Di saat yang sama, Futomaki adalah seorang manajer kelas teri yang pada waktu itu yang bertanggung jawab dengan perkembangan Suzuka. Futomaki lah yang akhirnya membuat keputusan yaitu dengan menggunakan suara Amano Haruko sebagai suara Suzuka, atau dengan kata lain Suzuka bernyanyi dengan menggunakan suara Haruko.
Debut film Suzuka kemudian menjadi begitu terkenal sekaligus soundtrack di dalamnya. Haruko yang begitu menginginkan dirinya menjadi seorang idol untuk pertama kalinya merasakan kejamnya dunia entertainmen dengan merelakan suaranya digunakan oleh orang lain.
Dengan pengalaman pahitnya di dunia entertainmen, Haruko sempat dengan keras menentang keinginan anaknya untuk menjadi seorang idol. Meskipun kemudian luluh oleh keinginan Aki, Haruko hanya tidak ingin anak perempuan satu-satunya berhadapan dengan kejamnya dunia hiburan yang bisa menyakitinya.
Shiosai no Memory
Drama yang fenomenal tentunya juga memiliki soundtrack yang fenomenal. Shiosai no Memory, liriknya ditulis langsung oleh sang sutradara Kudo Kankuro. Liriknya menceritakan tentang seorang wanita yang meninggalkan seorang pria dengan kembali ke daerah asalnya (utara). Lagu yang cukup membekas apalagi setelah selesai menonton seluruh cerita ini.
Lagu ini juga menjadi bagian sejarah Haruko di Tokyo. Haruko harus rela bernyanyi dan"menjual" suaranya tanpa mendapatkan kredit yang layak dan berujung pada impiannya yang gagal.
Shiosai no Memory dijual dalam bentuk fisik dan memiliki catatan penjualan yang cukup baik. Mengusung Koizumi Kyoko (Haruko) yang memiliki background sebagai seorang penyanyi, Shiosai no Memory sukses menduduki peringkat ke-39 dalam chart musik 40 besar tahunan Oricon 2013.
Cek juga penampilan Shiosai no Memory versi duo Amano Aki dan Adachi Yui disini
Idol Juga Manusia
"Aturan anti cinta dibuat bukan untuk melarang idol yang bersangkutan untuk menjalin asmara dengan laki-laki yang dicintainya, melainkan adalah bentuk dari sebuah tembok impian yang tidak terlihat. Tembok tersebut akan berkata kepada seorang idol untuk menabraknya atau justru melompatinya, seorang idol yang mampu melompatinya tentu akan berada di tempat yang lebih tinggi sementara yang menabraknya akan merasakan sakit yang diinginkannya"
Kurang lebih begitu kata-kata Futomaki mengenai aturan anti cinta dalam dunia idol yang bisa saya cerna dan simpulkan. Futomaki sendiri adalah seorang produser di tempat idol group Aki bernaung dan memiliki karakter layaknya Tsunku di Hello Project dan Aki-p di 48 family.
Aki, di satu sisi adalah seorang anak perempuan remaja yang sangat ingin merasakan cinta di masa mudanya. Keingintahuan serta kepolosannnya membuat karakternya semakin menarik untuk lebih dieksplor dalam cerita ini.
Apa yang ditunjukkan Aki di Tokyo merupakan sebuah cerminan bagaimana budaya hubungan antar lawan jenis berlangsung di Tokyo. Apa yang telah dilakukan seorang wanita yang belum pernah berciuman hingga umur dua puluh tahun dan sebagainya di kota besar mendadak menjadi sebuah hal yang dapat dengan mudah ditertawakan.
Kejadian-kejadian yang terkait juga menggambarkan bagaimana seorang idol dapat diam-diam menjalin hubungan dengan kekasihnya. Ada juga yang lebih memilih untuk meninggalkan karirnya sebagai idol dan lebih memilih untuk menjalin hubungan dengan orang yang dicintai.
Aturan anti cinta sekali lagi hanya menjadi sebuah terminologi yang sarkasme.
Takdir Kehidupan
Saya tidak menganggap ini dengan hal-hal relijius, tapi yang jelas adalah beberapa hal sudah diatur sedemikian rupa dalam kehidupan manusia. Keinginan dan takdir bisa saja sama dan berjalan dengan indah, namun tidak jarang keduanya berlawanan dan membentuk kehidupan baru.
Dimulai dari Aki dengan langkah roler kosternya, yang semula hanya seorang gadis remaja biasa yang tidak memiliki karakter serta ambisi mendadak berubah menjadi figur yang menjadi magnet di Sodegahama. Perubahan tersebut serta merta membawanya kepada dunia idol yang sebelumnya tidak pernah dibayangkan olehnya.
Takdir sepertinya lebih akrab dengan Yui.yang sangat ingin untuk pergi dari Tokyo dan menjadi seorang idol. Tidak sekalipun kesempatan yang ia punya untuk meninggalkan Sodegahama terwujud, mulai dari masalah keluarganya hingga bencana di hari kepergiannya. Pada akhirnya pun, ia memilih untuk tetap tinggal meskipun diam-diam tetap memegang impian tersebut.
Efek Tsunami
Pada tahun 2011, bencana tsunami menimpa Jepang, tepatnya di daerah Tohoku. Situasi nyata yang diusung oleh Kudo Kankuro menyebabkan kejadian tersebut masuk menjadi bagian cerita dalam Amachan. Bencana tersebut kemudian menjadi mimpi buruk bagi daerah yang tertimpa beserta efek-efek yang ditinggalkannya.
Efek dari tsunami sedikit banyak melumpuhkan sendi-sendi kehidupan di Sodegahama. Dua ujung tombak dari Sodegahama pun juga mengalami imbasnya, rusaknya rel KitaSanriku yang menyebabkan keterbatasan operasi yang hanya sampai satu stasiun saja dan matinya bulu babi sebagai komoditi utama dan mata pencaharian para penyelam ama.
Usaha revitalisasi terus dilakukan meskipun efek dan trauma tsunami terus membebani mereka yang terkena musibah tersebut. Simpati berskala nasional ditunjukkan dengan datangnya berbagai bantuan dari sektor kebutuhan utama hingga hiburan.
Musibah yang tidak akan cepat hilang dari para ingatan korbannya. Namun yang patut diacungi jempol adalah bagaimana mereka mencoba sedikit demi sedikit untuk bangkit dan membangun kehidupan ke sedia kala.
(To be continued)






